Aplikasi Material Alami pada Hunian

rustic_materials-copyPublished on MNC Home and Living Channel – Smart Living Program on August 2015

BAGAIMANA MENGAPLIKASIKAN MATERIAL ALAMI DI RUMAH AGAR TAMPAK MEMILIKI NILAI ESTETIKA?

  • Pertama-tama perlu diketahui mengenai karakteristik dari material lamai itu sendiri, baik penggunaan material kayu, batu alam maupun penambahan tanaman pada area yang kita ingin rencanakan, karena tiap material itu memerlukan treat dan teknik sendiri dalam pengaplikasiannya disesuaikan dengan karakter yang dimiliki.
  • Tentukan area mana saja yang akan kita aplikasikan dengan material tersebut, apakah letaknya di luar ruangan atau di dalam ruangan, selain itu posisinya apakah berada pada sisi lantai, dinding atau atap / plafond dari ruangan atau bangunan itu sendiri.
  • Dari karakteristiknya yang berbeda-beda itu juga, maka pola pemasangannya pun bisa divariasikan, apakah itu berpola horizontal, vertikal atau diagonal.
  • Jangan lupa untuk ketahanan terhadap perubahan cuaca dan sebab lainnya yang bisa mengakibatkan material tadi rusak dan tidak tahan lama, maka finishing coating diperlukan, dan untuk tiap material di atas berbeda-beda sesuai peruntukkanmya.

KESAN YANG DI TAMPILKAN DARI APLIKASI MATERIAL ALAMI PADA HUNIAN?

  • Kesan alami pastinya akan sangat dominan, selain itu adanya kesan menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar, menghilangkan kesan kaku pada bangunan, menimbulkan kesan mewah juga unik menjadi bonus dengan pengaplikasian material alami tadi.

APA PERBEDAAN SUASANA YANG DI RASAKAN PADA SAAT MENGGUNAKAN MATERIAL ALAMI PADA HUNIAN?

  • Suasana yang biasanya dapat langsung dirasakan oleh penghuni rumah adalah suasana yang semakin hangat, karena nuansanya yang alamiah tadi, ,kemudian kesan homy yang menambah rasa betah bagi penghuni, juga dapat menimbulkan rasa tenang juga sejuk pada penghuni di dalamnya.

SEBELUM KITA MENGAPLIKASIKAN MATERIAL ALAMI. HAL APA SAJA YANG PERLU KITA PERHATIKAN?

  • Seperti yang telah dijelaskan diatas, pertama-tama kita perlu mengetahui karakteristik dari masing-masing material itu sendiri.
  • Konsep perencanaan awal dari arsitek pastinya diperlukan, agar nuansa dan manfaat serta keindahan yang diinginkan dapat terwujud. Biasanya hal tersebut akan tergambar pada gambar yang disajikan oleh perencana. Jangan lupa untuk menentukan area serta besaran area yang akan direncanakan, agar budget yang disiapkan dapat disesuaikan dengan angan-angan yang telah direncanakan oleh arsitek.
  • Cek ketersediaan di lapangan, karena hal tersebut juga berpengaruh pada budget yang perlu disiapkan juga kecepatan dalam hal penyediaan materialnya dan pelaksanaan di lapangan ke depannya.
  • Tenaga pemasangan di lapangan nantinya pun menjadi faktor yang tak kalah penting, karena hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh skill dari tukangnya itu sendiri.
  • Faktor maintenance menjadi faktor yang harus dicermati, apalagi apabila material tersebut berada di luar ruangan yang notabene terkena dampak dari perubahan cuaca tersebut.

APA SAJA PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH MATERIAL ALAMI YANG BAIK ? MISAL1.

1.KAYU; PARKET

  • Pilih material kayu yang tahan terhadap cuaca maupun rayap, misal kayu besi, damar laut, bengkirai, dan lainnya walupun harganya sendiri saat ini tergolong tinggi, juga sulit didapat karena stoknya yang semakin menipis.
  • Sistem kuncian / pemasangan yang baik akan menjamin ketahanan juga kerapian dan kekuatan dari sisi strukturalnya.
  • Semakin berat kayu tersebut, maka semakin padat juga kekerapannya, yang berhubugan langsung dengan ketahanan dan kekuatannya.
  • Mintalah garansi dari supplier kayu, agar menjamin kualitas dari barang yang didapat, juga apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu dekat.

2.TANAMAN DEKORATIF DAN TANAMAN BESAR

  • Secara garis besar terbagi ke dalam 2 golongan, yakni tanaman indoor dan tanaman outdoor. Fungsinya sendiri bisa sebagai pemanis / aksen, maupun pembatas. Di luar itu, beberapa tanaman berfungsi sebagai filter terhadap udara di sekitarnya, sehingga memberikan benefit yang besar bagi penghuni rumah.
  • Perlu diperhatikan juga daya tahan dari tanaman itu sendiri, baik dari segi intensitas cahaya matahari yang diperlukan, faktor kelembaban, sirkulasi udara, temperatur, dan sebagainya. Tanaman pun perlu dirotasi sesekali agar tidak jenuh dan bisa berkembang dengan baik.
  • Dari segi perawatan pun terbagi atas 2 macam, yaitu yang mudah dan sulit perawatannya, dalam artian ada yang musti rajin untuk dipangkas daun-daunnya, atau diberi pupuk tertentu, disemport anti hama, dll.

3.BATU ALAM

  • Biasanya faktor harga menjadi salah satu perhatian utama, karena biasanya harga berbanding lurus dengan kualitas dan barang yang diperoleh. Namun tidak selalu harga tinggi maka barang yg diperoleh berkualitas baik. Tetap perlu dilihat juga track record dari supplier yang menyediakan barangnya.
  • Supplier yang baik biasanya memiliki keragaman dari material batu alam, sehingga kita sebagai pembeli memiliki keleluasaaan dalam memilih yang sesuai dengan harapan dan rencana yang telah dibuat. Pola urat, warna, tekstur, ukuran (panjang x lebar x tebal) yang homogen (sejanis tidak belang bentong) biasanya menjadi faktor dalam memilih supplier, agar dalam proses pemasangan pun lebih memudahkan. Namun apabila pola acak yang diinginkan, hal tersebut tidak menjadi masalah malahan.
  • Perhatikan area yang akan diaplikasikan material batu alam tadi, agar karakter yang diinginkan akan terlihat menonjol dan baik dari segi estetika.
  • Faktor maintenance mau tidak mau menjadi faktor pertimbangan juga bagi kita dalam mengaplikasikannya, karena jangan sampai di kemudian hari karena sulitnya maintenance mengakibatkan menurunnnya tampilan yang malah memudarkan keindahan dari keseluruhan rumah itu sendiri.

BISAKAN SEMUA MATERIAL ALAMI DI JADIKAN DESIGN INTERIOR ?

  • Bisa sekali, asalkan penempatannya serasi dan sesuai, begitu juga dengan perbandingan penggunaan material tersebut dengan material lain yang seimbang, misalkan wallpaper, cat tembok, atau material buatan lainnya.

BAGAIMANA CARA MEMILIH FURNITURE-FURNITURE YANG TEPAT UNTUK DISANDINGKAN PADA MATERIAL ALAMI?

  • Baik style maupun bentuk apupun sebenarnya tidak menjadi masalah, aslkan color tone dari material alami tersebut tidak terlalu ‘tabrakan’ atau ‘balapan’, buatlah salah satu dari elemen tadi (baik furniture maupun material alami) menjadi aksen (focal point) sehingga terlihat dinamis.

JIKA INGIN MENERAPKAN MATERIAL ALAMI DI EKSTERIOR; BISA DITERAPKAN PADA BAGIAN SAJA?

  • Biasanya area yang dapat kita tambahkan elemen material alami tadi pada bagian kolom, dinding, plafond, taman, pagar luar, carport bahkan kanopi di atas teras ataupun carport dll.

JIKA INGIN MENERAPKAN MATERIAL ALAMI DI INTERIOR; TIPS AGAR TAMPAK APIK DAN MATERIAL YANG COCOK.

1.RUANG TAMU

  • Berhubung luasannya yang biasanya tidak terlampau besar, maka disarankan untuk memilih material dengan warna atau tone yang cenderung terang dan berkesan luas, dinding dari material kayu maupun marmer atau granit bisa menjadi focal point di belakang furniture. Tambahkan pot tanaman sebagau point of interest agar semakin memperkuat kesan alamiahnya.

2.RUANG KELUARGA

  • Dengan luasan yang lebih memadai dan lapang, warna atau tone yang dipilih bisa ke arah terang atau gelap untuk material penutup lantainya. Pemakaian bahan marmer atau kayu parket sangat disarankan untuk area ini. Sedangkan back drop panel nya dapat menerapkan bahan batu alam dengan pola susun sirih atau ukir-ukiran dengan menggunakan teknologi waterjet. Material kayu pun dapat diaplikasikan pada dindingnya dengan metode pemasangan susun sirih atau lamrisering ataupun berpola (perforated panel)

3.RUANG MAKAN

  • Dengan posisi yang biasanya bersebelahan dengan Living Room (Ruang Keluarga), disarankan untuk menggunakan material lantai yang sama dengan Ruang Keluarga agar kesan lapang tercipta dari situ. Namun disarankan untuk tidak menggunakan material alami dari kayu, karena pada area tersebut lebih sering terkena minyak ataupun air sehingga bisa mengurangi keawetan dari material kayu itu sendiri. Gunakan juga furniture dengan bahan dasar rotan atau kayu agar lebih menambah kesan alaminya. Apabila posisinya kebetulan bersebelahan dengan taman, akan menambah kesan alaminya, namun apabila tidak, kita bisa menambahkan pot tanaman sebagai pemanis sekaligus bermanfaat untuk memfilter udara misalkan.

4.TAMAN

  • Usahakan agar unsur hijau (tanaman) lebih mendominasi (kalau memungkinkan di atas 70% dari area Taman tadi). Tambahkan batu alam sebagai stepping stone, begitu juga dengan dinding backgroundnya menggunakan batu alam agar menambah unsur estetikanya itu sendiri. Apabila ada budget yang leluasa, tambahkan water feature berupa air terjun atau air mancur, atau kolam ikan agar efek gemericik air bisa menambah keasrian area taman tersebut ke dalam rumah. Artwork berupa ukir0ukiran dari batu alam juga boleh ditambahkan sebagai aksesoris dan aksen di area tersebut.

5.GARASI

  • Gunakan material batu alam pada lantainya dengan karakter yang keras, berwarna gelap dan tekstur yang kasar, karena nantinya pada area tersebut nantinya akan menahan beban dari kendaraan bermotor, juga rentan terhadap oli ataupun pasir dan lumpur, sehingga sangat disarankan untuk memilih material alami yang mudah untuk dibersihkan, juga bandel dan mudah perawatannya. Apabila ada area terbuka yang memungkinkan untuk dibuatkan taman kering, akan menjadi nilai tambah pada area Garasi tadi. Jangan lupa untuk menambahkan tanaman rambat pada dindingnya agar berkesan alami, dengan adanya tambahan void di atas taman kering tadi agar matahari dan air hujan dapat masuk ke dalamnya.

APA PERBEDAAN PENGGUNAAN MATERIAL ALAMI DAN MATERIAL EKSPOS ?

  • Material exposed biasanya material yang terbuat dari bahan buatan (bisa buatan tangan ataupun fabrikasi), dan pada permukaan luarnya tidak ditambahkan material lain seperti semen, batu alam dan lain-lain. Sedangkan material alami adalah finishing material yang bersumber dari alam, biasanya terbentuk dari proses alami selama puluhan bahkan ratusan tahun. Dan material alami tadi bisa difungsikan sebagai penutuk dari material exposed di atas.

BAGAIMANA SISTEM PERAWATAN MATERIAL ALAMI PADA RUMAH AGAR TETAP AWET DAN NATURAL?

  • Berhubung Indonesia termasuk ke dalam megara dengan iklim tropis, dimana paparan mataharinya lebih kuat daripada di negara lainnya, begitu juga dengan curah hujan seehingga kelembabannya yang cukup tinggi berakibat cepat memudarnya keindahan material alami akibat jamur, lumut, juga kusam karena penurunan kadar warnanya.
  • Oleh karena itu diperlukan perawatan ekstra pada material penutup bangunan tersebut sesuai dengan jenis material nya, seperti untuk batu alam apabila telah terkena lumut, langkah awal yang dilakukan adalah semprot dengan air bertekanan cukup kencang agar lumut bisa terlepas dari permukaannya, kemudian sikat dengan menggunakan sikat berbulu sedang sampai permukaannya benar-benar bersih, lalu keringkan.  Setelah kering, lapis ulang permukaan batu alam tersebut dengan lapisan (coating) anti lumut berbahan dasar air (kesan natural) atau silikon (kesan wet look / basah).
  • Untuk material alam berbahan dasar kayu (pada area dinding), dapat menggunakan cara konvensional yaitu dengan diampelas agar pori-porinya kembali terbuka, kemudian lapisi permukaan tadi dengan menggunakan pelitur atau fiberkote khusus untuk kayu. Apabila kayu tadi digunakan untuk penutup lantai, maka cara perawatannya cukup mudah, hanya menggunakan lap pel setengah kering, lalu 2-3 bulan sekali lapisi permukaannya dengan wax khusus agar senantiasa terlihat mengkilap dan bersih.
  • Untuk material alam marmer, cara perawatan sehari-hai biasanya dengan menggunakan lap setengah kering saja, namun apabila telah kusam, gunakan tenaga ahli poles marmer untuk melakukan pemolesan ulang menggunakan chemical dan alat teknikal lainnya agar urat serta warnanya kembali terlihat jelas kembali.

APAKAH DENGAN PENERAPAN MATERIAL ALAMI PADA RUMAH MEMAKAN BIAYA BESAR?

  • Secara umum bisa dikatakan lebih mahal, karena faktor supply di pasaran pun lama-lama akan semakin menipis, apalagi untuk material alami tertentu yang proses pembentukannya bisa memakan puluhan bahkan ratusan tahun. Apalagi kalau bahan tersebut didapat dari luar daerah atau negeri, membuat biaya yang diperlukan akan semakin tinggi, belum faktor maintenance yang memakan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, saran kami adalah gunakan material alami yang banyak tersedia di sekitar kita karena biasanya persediaannya lebih banyak, juga lebih bervariasi pilihannya dan suppliernya, sehingga harga yang ditawarkan cenderung lebih murah. Selain itu, apabila kita jeli dalam mencari material alam tersebut, material tersebut ada yang bisa didaur ulang contohnya kayu, potongan marmer atau granit yang bisa dibentuk menjadi mozaik, dan lainnya, namun tentunya membutuhkan kreativitas tinggi dari kita sendiri ataupun supplier. Faktor maintenance pun perlu diperhatikan agar kita tidak perlu mengeluarkan extra cost untuk merawatnya.

APA KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN DARI APLIKASI MATERIAL ALAMI PADA RUMAH?

1.KAYU

+Secara kekuatan baik, maka dari itu sering digunakan sebagai struktur dari bangunannya.

+Dari sesi estetikanya pun baik.

+Mudah untuk didaur ulang, sehingga dari sisi efektifitas lebih tinggi.

+Proses pengerjaannya dari bahan mentah sampai bahan jadi terbilang lebih cepat.

-Harga jual semakin tinggi, karena ketersediannya yang semakin menipis.

-Beberapa jenis kayu tidak tahan terhadap rayap, sehingga merugikan.

-Perlu extra maintenance karena mudah menurun tampilannya apabila sering terpapar sinar matahari, terkena air, dan faktor cuaca lainnya.

-Mudah terbakar.

-Mudah lapuk dimakan usia apabila tidak kita rawat dengan baik.

2.BATU ALAM

+Kesan natural langsung muncul dengan mudahnya, menampilkan kesan elegan dan mewah untuk beberapa jenis batu alam, seperti marmer maupun granit.

+Dari segi ketahananan rata-rata baik.

+Menambah unsur kenyamanan bagi penghuni rumah secara langsung, karena lebih mudah melepaskan hawa panas sehingga lebih terasa sejuk dan rata-rata disukai oleh masyarakat luas.

+Ukuran yang tersedia beragam di pasaran, sehingga mudah dalam pengaplikasiannya.

-Homogenitasnya sulit diperolah karena karakteristik bahan dasar alam yang cenderung tidak beraturan. Tidak pernah bisa ditemukan batu alam yang sama persis urat, warna dan teksturnya antara yang satu dengan lainnya.

-Perlu treatment khusus agar tahan terhadap faktor cuaca maupun dampak lain seperti benturan, goresan dll.

-Harganya lebih mahal karena persediaan di alam yang cenderung menipis, juga ongkos pasangnya yang tinggi karena dibutuhkan skill khusus bagi tenaga pemasangnya.

-Supply di tiap daerah pastinya berbeda-beda sehingga dapat menimbulkan kesulitan apabila stok material yang kita gunakan ternyata kurang ataupun rusak dan pecah.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s